Oleh : Dony Kleden Rohaniwan, Pemerhati Masalah Politik

                Kejahatan kerah putih (white collar crime) adalah istilah temuan Hazel Croal untuk menyebut berbagai tindak kejahatan di lembaga pemerintahan yang terjadi, baik secara struktural yang melibatkan sekelompok orang maupun secara individu. Hazel Croal mendefinisikan kejahatan kerah putih sebagai penyalahgunaan jabatan yang legitim sebagaimana telah ditetapkan oleh hukum.

Umumnya, skandal kejahatan kerah putih sulit dilacak karena dilakukan pejabat yang punya kuasa untuk memproduksi hukum dan membuat berbagai keputusan vital. Kejahatan kerah putih terjadi dalam lingkungan tertutup, yang memungkinkan terjadinya sistem patronase. Kejahatan kerah putih sungguh memasung dan membodohi rakyat. Rakyat yang tidak melek politik akhirnya pasrah, tetapi kepasrahan ini justru kian membuat para pejabat menggagahinya.

White collar crime dibedakan dari blue collar crime. Jika istilah white collar crime ditujukan bagi aparat dan petinggi negara, blue collar crime dipakai untuk menyebut semua skandal kejahatan yang terjadi di tingkat bawah dengan kualitas dan kuantitas rendah. Namun, kita juga harus tahu, kejahatan di tingkat bawah juga sebuah trickle down effect. Maka, jika kita mau memberantas berbagai kejahatan yang terjadi di instansi pemerintahan, kita harus mulai dari white collar crime, bukan dari blue collar crime.

Di negara kita, yang namanya kejahatan kerah putih sudah menjadi berita biasa yang sering didengar, dilihat, dan dialami. Kejahatan kerah putih di negara yang tidak pernah jera merampas uang rakyat, menindas, dan mendurhakai rakyat diglorifikasi dengan lemahnya tampilan penegak hukum di Tanah Air.

Kejahatan kerah putih yang endemik dan sistemik di negara kita adalah produk dari lemahnya tampilan penegak hukum. Tidak terlalu salah jika kita mengatakan, kejahatan kerah putih di negara ini adalah karakter dari bangsa yang begitu permisif dan kompromis. Hukum dengan mudah diperjualbelikan dengan harga kompromi. Rakyat tetap terpuruk dalam kawah krisis dan kemiskinan yang terus melilit hidupnya. Kejahatan kerah putih berjalan sendiri dan menetapkan kebijakan sejauh dapat memberikan peluang kepadanya untuk terus melestarikan eksistensinya.

Salah satu pokok mengapa kejahatan kerah putih di negara kita yang tampil dengan banyak wajah sehingga sulit diberantas adalah karena esensi kedaulatan rakyat tidak pernah ditegakkan. Kedaulatan hanya terwujud lima tahun sekali dalam momentum pemilu. Di lain pihak tidak ada empati politik dari para politisi dan pemegang kekuasaan pada negara membuat kejahatan kerah putih terus berparade dan meneriakkan slogan suci dari mulut dan hatinya yang kotor. Pertanyaannya, apakah pemerintah mampu memberantas para bandit yang kini masuk sistem politik, ekonomi, dan hukum, bahkan meluas ke semua bidang kehidupan.?

Kita tentu akan lari ke peran hukum. Apakah hukum mampu ditegakkan? Negara yang demokratis harus ditopang oleh hukum yang adil. Hukum yang adil adalah penjamin hakhak demokratis seluas-luasnya. Sejatinya, demokrasi adalah sebentuk prosedur yang memaksa kerja sama politik secara konstitusional.

Demokrasi tidak hanya terletak pada kehendak umum, tetapi juga sebuah strategi dalam kerja sama politik (Michel Foucault, 1979). Sejatinya politik oleh Foucault dilihat sebagai cara ampuh untuk saling memeriksa dan menyeimbang sehingga tidak ada dominasi yang melahirkan kejahatan kerah putih. Semoga.

A. PENYEBAB TERJADI KEJAHATAN TERSEBUT

  • Ketidakterbatasan kebutuhan

Ketidakterbatasan kebutuhan manusia bisa dikatakan sebagai keinginan dalam konteks ini, mendorong manusia untuk menghalalkan berbagai cara untuk memenuhinya. Tidak peduli cara itu merugikan orang lain atau tidak. Yang terpenting kebutuhannya terpenuhi dengan baik. Dan intinya manusia memiliki sifat egois / ego yang tinggi (tidak memikirkan orang lain)

  •                 Kurangnya iman

Kurangnya takwa kepada Allah juga merupakan salah satu faktor terpenting yang membuat banyak orang terlebih para pejabat (aparat pemerintah) bertindak atau melakukan tindak kejahatan yang tentunya merugugikan orang banyak. Kurangnya iman mengakibatkan manusia tidak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah sehingga manusia bertindak berdasarkan keinginan (hawa nafsu).

  • Kekuasaan

Kekuasaan juga salah faktor pendukung adanya tindak kriminal atau kejahatan yang di lakukan terlebih tindak yang dilakuakan oleh para pejabat negara. Merasa berkuasa dan memiliki peran yang luar biasa, membuat para pejabat lupa akan tanggung jawabnya. Sebuah amanat yang diterimanya untuk para rakyatnya ataupun penduduk yang mendukungnya.

  • Tidak berpendirian

Tidak memiliki pendirian juga dapat dijadikan faktor para pejabat melakukan tindak kejahatan. Adanya dorongan dari pihak lain maupun dari pihak yang merasa beruntung apabila terjadi suatu kasus kejahatan. Maka, pejabat tersebut akan menerima hasutan untuk melakukan tindak kejahatan.

  • Lemahya sistem hukum penentang tindak kejahatan kriminal

Sistem penentang tindak kejahatan kriminal yang lemah mengakibatkan para aparat negara bertindak sesuka hatinya merugikan rakyat. Karena tidak ada yang dapat menghentik tindakannya.

B. SOLUSI TERJADI KEJAHATAH TERSEBUT

Solusi paling mendasar adalah dari diri sendiri. Jika hati nurani kita merasa tidak nyaman bila melakukan kejahatan tentumnya kita tidak akan melakukan apa yang meresahkan hati nurani. Karena kita tidak akan bahagian bila hati nurani kita tidak nyaman.

Kita juga harus berpegang pada iman kita, karena segala tindakan kita Ia pasti melihat dan apabila tindakan yang kita lakukan tidak berkenang Ia akan menegur kita.

Juga kita harus mengkampanyekan gerakan anti kejahatan (kriminalitas) yang telah banyak menyengsarakan rakyat terutama rakyat kecil.

Meningkatkan sistem penentang tindakan kriminalitas dengan tindakan tegas terhadap kejahatan yang merugikan.

Cukupkan diri dengan apa yang ada yang terlalu mengumbar hawa nafsu. Bila kita mengumbar hawa nafsu pasti akan ada yang dirugikan itu pasti. Entah secara langsung maupun tidak.

C. PENDAPAT TENTANG ARTIKEL TERSEBUT

Menurut saya manusia senantiasa tidak pernah merasa puas akan yang apa yang dirinya dapat. Dan juga karena banyaknya kepentingan pribadi yang menuntut untuk dipenuhi hingga mendorong dirinya melakuan hal – hal yang melanggar aturan yang di tetapkan oleh pemerintah baik tertulis maupun lisan.

Faktor keyakinan yang rendah juga mendorong adanya tindakan kriminal dalam bentuk apapun terlebih lagi di bagian para aparat negara yang notabennya memiliki kekuasaan. Hingga bertindak sewenang – wenangnya untuk memuaskan hal pribadi. Kekuasaan juga merupakan salah satu kunci terjadinya tindak kejahatan yang dilakuka oleh para pejabat.

Tindakan yang mencoreng namanya sendiri. Dan mengakibatkan kerugian baik yang melakukan maupun yang tidak melakukannya. Terlebih dampaknya terhadap keluarga yang tentunya berhubungan langsung dengan pelaku tindak kejahatan.

Sebenarnya untuk apa para pejabat tersebut melakukan tindak kejahatan yang secara nyata tidak menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya malahan mengakibatkan hal buruk tidak hanya bagi dirinya namun  juga orang – orang terdekatnya.

Apakah sebuah tindak kejahatan mendapatkan kebahagiaan?

Tentu saja tidak. Tidak akan ada kebahagiaan yang akan di dapat oleh para pelakunya. Ketakutn akan selalu menghantuinya bahkan saat dirinya sudah menerima balasan akan apa yang ia perbuatannya. Sebuah ingatan kejahatan memang tidak akan hilang ttapi pasti akan menjadi sebuah pelajaran beharga untuk diingat dan sebagai pedoman untuk bertindak yang lebih baik.

Imbalan yang di dapat oleh seorang yang telah hanyalah malu dan cemooh. Lebih buruk terangsingkan dari lingkungan, teman – teman bahkan oleh keluarga sendiri.

D. KRITIK DAN SARAN

Aparat negara seharusnya dapat menjadi pemimpin yang dapat dijadikan contoh yang baik oleh rakyatnya. Apa guna bila menjadi pemimpin yang bertindak tidak seturut peraturan yang berlaku dan malah bertindak kriminal yang mencoreng namanya membuat dirinya tidak pantas untuk dihormati maupun dihargai.

Tetaplah berpegang teguh pada apa yang telah telah kita yakini. Kejahatan tidak akan pernah membawa kebahagiaan. Dasari diri dengan iman yang kuat.

Sumber : http://badilum.info/images/stories/artikel/kejahatan_kerah_putih.pdf